-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Banjir Bandang Rusak Sejumlah fasilitas intake milik Perumda Air Minum Kota Padang

Sabtu, 03 Januari 2026 | Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-03T13:28:24Z

IMPIANNEWS.COM

PADANG - Dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas intake milik Perumda Air Minum Kota Padang. Salah satu yang paling parah adalah Intake Palukahan Gadang di Kecamatan Koto Tangah. Alat berat saat ini dikerahkan untuk membersihkan saluran air yang tertimbun longsoran.

Direktur Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa banjir ini menyebabkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pembangunan intake tersebut pada 2015.

"Perbaikan darurat diperkirakan memakan waktu 1 hingga 2 bulan, sedangkan perbaikan permanen tentu lebih lama," kata Hendra.

Dalam perencanaan jangka panjang, intake yang rusak akan dibangun ulang dengan jalur baru, dan total anggaran untuk IPA Palukahan Gadang diperkirakan mencapai Rp25 miliar. Secara keseluruhan, kerugian infrastruktur Perumda Air Minum Kota Padang diperkirakan mencapai Rp45 miliar dan kemungkinan bertambah seiring proses evaluasi.

Selain Palukahan Gadang, intake Taban juga mengalami kerusakan akibat longsoran batu dan pohon yang hanyut terbawa arus sungai.

Menanggapi kondisi ini, anggota DPRD RI Zigo Rolanda langsung berkoordinasi dengan BWS dan BPBPK Cipta Karya untuk menghadirkan alat berat dan pipa pengganti.

Saat ini, sebagian besar saluran air dari intake menuju instalasi pengolahan air hancur, dengan panjang pipa yang rusak sekitar 800 meter.

Proses perbaikan darurat ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan. Pasokan air warga saat ini masih terbatas, dengan sekitar 60 persen air yang masuk ke instalasi layak untuk dikonsumsi, sedangkan 40 persen tercampur lumpur.

Untuk membantu warga, pemerintah menyiapkan 58 hidran umum dan menambah jumlah mobil tangki air dari 9 unit menjadi 14 unit dengan bantuan dari kota lain. Hendra menegaskan, koordinasi cepat ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara sementara.

×
Berita Terbaru Update