PADANG – Masjid Al Fath di Kelurahan Seberang Padang menjadi saksi bisu hangatnya pertemuan antara pengurus lembaga, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat pada Selasa sore (30/12/2025). Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Seberang Padang menggelar pertemuan silaturahmi besar-besaran yang tidak hanya sekadar duduk bersama, tetapi juga menjadi ajang evaluasi mendalam terhadap arah pembangunan wilayah selama setahun terakhir.
Kegiatan ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh seluruh elemen penting atau "tungku tigo sajarangan" di kelurahan, mulai dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Bundo Kandung, hingga barisan Pemuda. Sinergi ini mencerminkan bahwa setiap keputusan yang diambil di Seberang Padang didasarkan pada musyawarah mufakat.
Transparansi Pembangunan: Dari Jalan hingga Kesejahteraan
Dalam sambutannya, Ketua LPM Seberang Padang memaparkan laporan pertanggungjawaban yang transparan mengenai hasil pembangunan. Fokus utama yang telah direalisasikan mencakup infrastruktur vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga. Pembangunan jalan-jalan lingkungan dan perbaikan sistem drainase menjadi pencapaian fisik yang paling dirasakan manfaatnya guna mencegah banjir dan memperlancar akses transportasi warga.
Namun, pembangunan tidak berhenti pada semen dan batu. LPM juga menyoroti aspek kesehatan, pendidikan, dan kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama. "Kita ingin Seberang Padang tidak hanya rapi secara fisik, tetapi juga sehat dan aman secara sosial," ungkap pengurus LPM di hadapan audiens. Program non-fisik seperti pelatihan keterampilan untuk meningkatkan ekonomi kreatif warga, penguatan pendidikan agama bagi generasi muda, serta agenda sosial kemasyarakatan lainnya terbukti telah meningkatkan kohesi sosial di tengah masyarakat.
Suara Masyarakat: Apresiasi dan Harapan
Acara ini juga membuka ruang dialog yang lebar. Bundo Kandung dan perwakilan pemuda memberikan apresiasi atas kerja keras LPM dan pihak Kelurahan. Mereka menilai, keterbukaan informasi mengenai anggaran dan proyek pembangunan membuat warga merasa lebih memiliki dan bertanggung jawab menjaga fasilitas yang ada.
Seorang tokoh masyarakat memberikan catatan penting dalam sesi diskusi, "Kami melihat perubahan nyata di lingkungan kami. Dukungan kami penuh untuk LPM, karena kami ingin kolaborasi ini terus berlanjut. Kualitas hidup masyarakat adalah tujuan akhir dari semua kerja keras kita semua."
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Bapak Aidil Zulhani yang mewakili Camat Padang Selatan, serta Lurah Seberang Padang, Ibu Yovi Anggraini. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa aspirasi yang muncul dari akar rumput di Seberang Padang mendapat perhatian serius dari level pemerintahan yang lebih tinggi.
Menyongsong Tahun Baru dengan Optimisme
Menutup tahun 2025, LPM Seberang Padang juga memaparkan visi mereka untuk tahun-tahun mendatang. Rencana besar telah disusun, termasuk pembangunan fasilitas umum yang lebih modern dan program pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif. Fokus ke depan akan lebih banyak menyentuh digitalisasi layanan di tingkat RW/RT serta penguatan sektor UMKM lokal.
Pertemuan di Masjid Al Fath sore itu berakhir dengan rasa optimisme yang kuat. Silaturahmi ini membuktikan bahwa ketika LPM, Kelurahan, dan masyarakat berjalan seiringan, maka tantangan seberat apa pun akan terasa ringan. Seberang Padang kini menatap masa depan dengan pondasi pembangunan yang lebih kokoh, baik secara fisik maupun mentalitas warganya.

